DASAR- DASAR LAN
Model Referensi OSI
PENDAHULUAN
Model Referensi OSI merupakan salah satu arsitektur jaringan komputer yang dibuat oleh ISO (International for standarization Organization) untuk memecahkan masalah kompatibilitas device antar vendor, dengan menyediakan standarisasi yang dapat digunakan oleh para vendor dalam membuat device. Model referensi OSI mengidentifikasikan semua proses yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi dan membaginya ke dalam kelompok secara logika yang disebut layer. OSI menjelaskan bagaimana data dan informasi dari sebuah aplikasi pada sebuah komputer melewati media jaringan berkomunikasi ke aplikasi yang berada di komputer lain. Model referensi OSI merupakan petunjuk bagi para developer aplikasi dalam membuat dan mengimplementasikan aplikasinya berjalan pada sebuah jaringan.
OSI terdiri dari tujuh layer, yang secara umum terbagi dalam dua kelompok, yakni Upper layer (Application Layer) dan lower layer (data transport layer). Layer yang tergolong dalam uper layer mendefinisikan bagaimana aplikasi pada sebuah host akan berkomunikasi dengan user dan host lainnya. Sedangkan lower layer mendefinisikan bagaimana data terkirim dari satu host ke host lainnya. Model referensi OSI terdiri dari tujuh layer, antara lain :
1 Application Layer
2 Presentation Layer
3 Session Layer
4 Transport Layer
5 Network Layer
6 Data Link Layer
7 Physical Layer
1. Aplication Layer
Aplication layer berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Layer ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim Beberapa contoh aplikasi yang bekerja di application layer antara lain:
1. Telnet (Telecommunication Network)
Telnet merupakan program yang menyediakan kemampuan bagi user untuk dapat mengakses resource sebuah mesin (telnet server) dari mesin lain (telnet client) secara remote, seolah olah user berada dekat dengan mesin dimana resource tersimpan.
2. FTP (File Transfer Protocol)
FTP merupakan sebuah program yang berfungsi mengirimkan file dari suatu host ke host lain melalui jaringan.
3. DNS (Domain Name system)
Mekanisme pemetaan antara FQDN (Fully Qualified Domain Names) dengan alamat IP. FQDM merupakan sebuah hierarki yang secara logika menempatkan sistem berbasis pada domain pengenal.
4. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
SMTP merupakan sebuah protokol (program yang dieksekusi oleh program lain) yang berfungsi untuk mengatur pengiriman e-mail
5. SNMP (Simple Network Manajemen Protocol)
SNMP merupakan salah satu jenis protokol yang memberikan kemampuan untuk mengawasi dan mengatur peralatan-peralatan dalam jaringan komputer.
2. Presentation Layer
Presentation Layer berfungsi untuk :
1. Menyediakan sistem penyajian data ke aplication layer
2. Menyediakan sistem pembentuk kode (format coding), misalnya format ASCII yang
digunakan komputer IBM compatible dan format EBDIC digunakan oleh mesin IBM.
3. Menyediakan proses konversi antar format coding yang berbeda.
4. Menyediakan layanan translation. Presentation layer menjamin data yang dikirimkan
dari application layer suatu sistem dapat dibaca oleh layer aplikasi di sistem
yang lain
5. Menyediakan sarana untuk melakukan compression, decompression, encriprion
dan decryption.
Beberapa contoh aplikasi yang bekerja di presentation layer antara lain:
1. PICT, TIFF, JPEG, merupakan format data untuk aplikasi berupa gambar (image).
2. MIDI, MPEG dan quicktime, merupakan format data untuk aplikasi sound & movie.
3. EBDIC dan ASCII, merupakan format data untuk informasi dalam bentuk teks.
3. Session Layer
Session Layer berfungsi dan bertanggung jawab :
1. Mengkoordinasi jalannya komunikasi antar sistem
2. Melakukan proses pembentukan, pengelolaan dan pemutusan session antar sistem
aplikasi
3. Mengendalikan dialog antar device atau nodes. Berikut ini adalah beberapa contoh
protokol yang bekerja di session layer:
1. Remote Procedure Call (RPC). Merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/
server pada sistem operasi windows NT.
2. Structure Query Language (SQL) , dibangun oleh IBM untuk menyediakan kemudahan
bagi user dalam mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan informasi yang
terdapat di sistem lokal atau remote sitem.
3. Network File System (NFS), dibangun oleh Sun Microsistem dan digunakan oleh
workstation TCP/IP dan Unix agar dapat mengakses remote resource.
4. X Windows, merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server
pada sistem operasi Unix
5. Apple Talk Session Protokol (ASP), merupakan protokol yang menyediakan
mekanisme client,/server pada mesin-mesin apple.
4. Transport Layer
Transport Layer bertanggung jawab dalam proses :
1. Pengemasan data upper layer ke dalam bentuk segment.
2. Pengiriman segment antar host.
3. Penetapan hubungan secara logika antar host pengirim dan penerima dengan
membentuk virtual circuit.
4. Secara opsional, menjamin proses pengiriman data yang dapat diandalkan.
Proses pengiriman pada transport layer ini dapat dilakukan dengan 2 mekanisme:
1. Connection oriented
Proses pengiriman yang menggunakan Connection oriented dapat diilustrasikan pemberian pesan kepada seseorang yang dipisahkan oleh jarak yang jauh. Pemberikan pesan tersebut dilakukan melalui telepon. Proses pemberian pesan akan dilakukan jika lawan bicara adalah orang yang dituju sehingga dapat dipastikan bahwa pesan diterima oleh orang yang dimaksudkan. Dari ilustrasi tersbut dapat kita simpulkan bahwa data yang dikirimkan dengan menggunakan mekaisme connection oriented dapat diandalkan. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan jenis protokol yang mampu mengirimkan data yang reliable.
2. Connection Less
Mekanisme connectionless diilustrasikan dengan proses pemberikan pesan yang dilukukan melalui surat. Pengiriman surat mengkin sampai ke tempat tujuan tetapi penerima di tempat tujuan belum tentu orang yang dimaksudkan sehingga pesan belum tentu sampai ke orang yang dimaksud. Dari ilustrasi tersebut dapat kita simpulkan bahwa data yang dikirmkan dengan menggunakan mekanisme Connectionless kurang dapat diandalkan. UDP (User Datagram Protocol) mengirimkan data unreliable
Pengiriman data dengan menggunakan TCP tidak berarti selalu tanpa kesalhan.Kesalahan dapat terjadi tetapi kesalahan tersebut dapat dideteksi dan dapat dilakukan proses pengiriman ulang atas segment yang salah. Proses pembentukan hubungan connection-oriented dilakukan melalui beberapa langkah yakni :
1. Pengiriman segment syschronization untuk menetapkan connection agreement.
2. Segment kedua dan ketiga adalah acknowledge yang meminta dan menetapkan parameter-
parameter antar host
3. Segment terakhir merupakan sebuah acknowledgement, segment ini memberitahu host
tujuan bahwa connection agrement telah diterima dan hubungan telah ditetapkan,
sehingga dan sudah mulai dikirimkan.
Connection oriented memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Setelah menerima segment dari pengirim, station penerima akan mengirimkan segment
acknowledge back ke station pengirim.
2. Station pengirim akan mengulang pengiriman segment ketika menerima
acknowledge dari penerima
3. Segment-segment akan disusun kembali oleh penerima ke dalam susunan yang tepat.
4. Dapat mengelola alilran data sehingga tidak terjadi congestion, overload dan
kehilangan data.
Ketika menerima data dari komputer lain, sebuah komputer akan menyimpan dalam sebuah memori yang disebut buffer. Teknit buffering merupakan salah satu teknik untuk mengatasi congestion. Teknik buffering terbatas untuk penerimaan data dalam jumlah tertentu karena kapasitas buffer sangat terbatas. Untuk menangani keterbatasan ukuran buffer, layer transport menyediakan mekanisme flow control. Flow control mencegah host pengirim melakukan pengiriman data yang menyebapkan terjadinya overlow dan kehilangan data pada sisi h ost penerima. Pencegahan dilakukan dengan mengiriman sinyal not re ady pada pengirim ketika kapasitas buffer sudah penuh pada sisi penerima, sehingga host pengirim menghentikan sementara proses pengiriman data sampai menerima sinyal go. Proses di atas diilustrasikan pada gambar dibawah ini
Pengiriman data akan berjalan lambar jika host pengirim selalu menunggu acknowledgment setelah mengirimkan tiap segment-nya. Banyak waktu terbuang karena host pengirim hanya bisa melakukan pengiriman segment berikutnya setelah selesai menerima acknowledgment dari host penerima. Masalah banyaknya waktu yang terbuang dapat diatasi dengan mekanisme windowing. Sejumlah segment yang diperbolehkan untuk dikirimkan tanpa menunggu acknowledgment disebut window. Windowing mengontrol berapa banyak informasi yang dikirimkan dari satu host ke host lainnya. Gambar dibawah ini menampilkan proses pengiriman denganukuran window watu dan untuk meningkatkan performance ukuran window diubah menjadi tiga.
Dengan memperbesar ukuran window menjadi tiga, maka acknowledgment hanya akan dikirimkan oleh penerima ketika telah menjadi tiga segment. Sesuai dengan ukuran window. Host pengirim akan mencatat setiap segment yang dikirim dan menunggu acknowledgement dari host penerima sebelum mengirimkan segment berikutnya. Jika dalam jangka watu tertentu tidak menerima acknowledgement maka host pengirim akan melakukan pengiriman ulang. Dalam dibawah ini diperlihatkan bahwa sebuah host mengirimkan segment 1, 2,, 3 . host penerima memberitahu host pengirim bahwa segment-segment tersebut telah diterima dan meminta segment ke 4. karena menerima acknowledgment 4 maka host pengirim akan mengirimkan segment ke 4, 5 dan 6. segment 5 mengalami masalah dalam proses engirimannya danmengakibatkan host penerima memberitahu kejadian tersebut pada host pengirim dan meminta p pengiriman ulang terhadap segment 5. ketika host penerima telah menerima segment ke 5, acknowledgment yang diberikan kepada host pengirim adalah acknowledge untuk meminta segment 7.
Beberapa protokol yang bekerja di layer ini adalah sebagai berikut :
1. ATP (Appletalk Transaction Protokol) dan NBP ( Name Binding Protocol), merupakan
protokol-protokol di jaringan apple yang bertugas membentuk hubungan antar host.
2. NetBios/NetBEUI, menetapkan dan mengelola komunikasi antar computer sedangkan
NetBEUI menyediakan layanan transport data untuk melakukan komunikasi.
3. SPX(sequenced Packet Exchange) dan NWLink protocol connection oriented pada
jaringan Netware yang digunakan untuk menjamin pengiriman data. 4. TCP
(Transmission Control Protocol), bagian dari protokol TCP/IP yang bertanggung
jawab untuk mengirimkan data.
5. Network Layer
Network Layer bertanggung jawab untuk:
1. Melakukan mekanisme routing melalui internetwork, router merupakan device ang
berfungsi membawa trafik antar host yang terletak dalam network yang berbeda.
2. Mengelola sistem pengalamatan logika terhadap jaringan komputer.
3. Data berupa segment yang diterima dari trasport layer akan dikemas ke dalam
bentuk packet. Ketika packet diterima oleh interface sebuah router, maka alamat
tujuan akan diperiksa jika alamat tujuan tidak ditemukan maka packet tersebut
akan dibuang. Tetapi jika alamat tujuan ditemukan dalam routing table (sebuah
tabel yang terdapat di dalam router berisi informasi tentang alamat network yang
dapat dijangkau oleh router) maka packet akan dikeluarkan melalui outbound
interface menuju ke alamat tujuan.
Pada network layer terdapat dua jenis packet yaitu
1. Packet Data, digunakan untuk membawa data milik user dikirimkan melalui jaringan
dan protokol yang digunakan untuk mengelola packet data disebut Routed Protocol.
Contoh protocol yang tergolong ke dalam routed protocol antara liain IP dan IPX.
2. Route Update Packet, digunakan untuk mengupdate informasi yang terdapat dalam
routing table milik router yang terhubung dengan router lainnya. Protokol yang
mengelola routing table disebut dengan routing protocol. Contoh protocol yang
tergolong dalam routing protokol antara lain RIP, IGRP, OSPF dan sebagainya.
Beberapa contoh protokol yang bekerja di network layer adalah sebagai berikut :
1. DDP ( delivery datagram protocol), merupakan protokol transport yang biasa
digunakan oleh jaringan komputer apple.
2. IP (internet Protocol), bagian dari Protokol TCP/IP yang menyediakan informasi
routing dan sistem pengalamatan logika.
3. IPX (Internet packet Exchange) dan NWLink merupakan protokol yang disediakan oleh
sistem operasi netware yang dibuat oleh novell, digu nakan untuk routing paket.
4. NETBEUI dibangun oleh IBM dan Microsoft, menyedikan layanan transport untuk
NetBIOS.
6. Datalink Layer
Packet yang diperolah dari network layer dibungkus (dienkapulasi oleh data link layer ke dalam sebuah frame. Data link layer bertugas menjamin pesan yang dikirimkan ke media yang tepat dan menterjemahkan pesan dari network layer ke dalam bentuk bit di physical layer untuk dikirimkan ke host lain. Data link layer akan membentuk packet ke dalam bentuk frame dan menambahkan sebuah header yang berisi alamat hardware (physical/hardware addressing),
Data Link terbagi dalam dua sublayer :
1. Logical Link Control (LLC) 802.2, bertanggung jawab mengidentifikasikan protokol network layer dan kemudian melakukan enkapsulasi protokol-protokol tersebut. Isi LLC akan menentukan langkah selanjutnya yang harus dilakukan ketika merima frame dari host lain (LLC bertindak sebagai service access point). Sebagai contoh, ketika host menerima frame, LLC akan mengerti bahwa packet ditujukan untuk protokol IP di Network Layer.
2. Media Acces Control (MAC) 802.3, mendefinisikan bagaimana packet ditempatkan pada sebuah media dalam sublayer ini sistem pengalamatan hardware didefinisikan.
7. Physical Layer
Tanggung jawab dari layer ini adalah melakukan pengiriman dan penerimaan bit. Physical layer secara langsung menghubungkan media komunikasi yang berbedabeda. Pihysical layer menetapkan kebutuhan-kebutuhannya secara electrical, mechanical prosedural untuk mengaktifkan, memelihara dan memutuskan jalur antar sistem secara fisik
Network Technician
Job description
- instalasi, terminasi, testing dan labeling semua cross-conects (cat5, coax,
fiber) di IBX
- mampu troubleshooting sirkuti dengan menggunakan BERT equipment
- Mampu menjalankan remote hand sevice untuk para customer
- Instalasi hardware etrmasuk : shelves, power stripts, rails, cable management,
dan customer equipment
- Melakukan laporan status melalui the ticketing system reprts, dan email
- Bersedia bekerja berdasarkan panggilan meskipun diluar jam kerja untuk hal-hal
yang darurat
- Mampu mengatur beberapa proyek interdisiplin yang berjalan bersama-sama
- Menyelenggarakan training untuk in-house technical staff dan membangun standar
operating procedures untuk pengoprasian jaringan
- Memelihara catatan-catatan akurat dan dokumen semua permasalahan
- Troubleshooting dan memecahkan semua permasalahan user untuk hal-hal yang
berkaitan dengan network/hardware/software problems
- Memperbaiki PC dan komponen PC: terminating serta testing data dan video cable
- mempunyai kemauan untuk mencari pengetahuan yang luas tentang teknologi, sistem,
dan sirkuit
- mempunyai kemampuan data center seperti installing/moving equipment dan cabling
on a large –scale basis
- mempunyai kemauan untuk mencari pengalaman bekerja dengan b erbagai hardware
networking seperti multiplexer, router dan switch
- mempunyai pengetahuan umum protocol jaringan seprti TCP/IP
- berpengalaman dengan fult isolating and troubleshooting network seperti LAN dan
WAN
- terbiasa dengan konfigurasi peralatan networking seperti router, switch, dan hub
- berpengalaman operasional dengan isu-isu komunikasi data t ermasuk securiy,
resource management, capacity planning, monitoring dan performance
- mampu menangani multiple proyek dan membuat prioritas-prioritas
- mempunyai kemampuan menulis yang baik dan komunikasi interpersonal
- mengerti test equipment (seperti Bert testing, cable analyzer, sniffer)
- memahami windows 2000/2003 server & Exchange server.
- Microsoft Certified systems Engneer
- Mempunyai pengetahuan yang baik tentang produk-produk cisco, berpengalaman dengan
cisco router, switch, hubs dan bridge
- Mempunyai pengalaman mengkonfigurasi dan memelihara firewall, network topology dn
dokumen-dokumen konfigurasi
- Sengat mengerti protocol operation termasuk host to host communication , data
transfer, routing strategies dan network management
Personal skill
- mempunyai kemampuan problem solving yang kuat
- mempunyai kemampuan untuk bekerja lebih pada berbagai problem
- mempunyai kemampuan komunikasi yan baik
- mempunyai kemampuan untuk bekerja secara independent
- mempunyai kemampuan mengangkat beban seberat 60-75 lbs
- mempunyai kemampuan bekerja dalam tim
- mempunyai konsentrasi yang baik
Network Engineer
Competencies
- Mempunyai pengetahuan tentang LAN/WAN networking, server workstation, operating
system, san aplikasi aplikasinya
- Mahir pada windows NT, Novell, UNIX, or AIX
- Mempunyai pengetahuan tentang hardware, routers (Cisco, Baynet), hub, switch, dan
bridge
- Mempunyai pengetahuan yang luas dan berpengalaman di elemen-elemen kunci
performance aplikasi di lingkungan distribusi seperti networking,l server, dan
teknologi data base
- Mempunyai kemampuan untuk menangani lingkungan aplikasi yang komplek dan
memberikan petunjuk yang jelas bagi customer atas strategi implementasi dan
perbaikan kinerja yang potensial
- Mempunyai kemampuan komunikasi yang kuat
- Mempunyai kemamuan dan daya tarik yag kuat untuk mempelajari tenologi baru
- Mempunyai kemampuan menulis dan berpengalaman dengan menulis laporan yang
professional dan kreatif
- Berpengalaman dalam design, develop, integrate, test dan deliver
gatewas/translators
- Berpengalaman dalam test control dan test operation
- Akan bernilai tambah lebih jika sebelumnya berpengalaman sebagai project managemen
- Mempunyai pengetahuan kerja yang bagus dengan Microsoft office seperti
powerpoint, msword, excel dan project
- Harus mempunyai kemampuan menjelaskan dengan jelas dar ringkas ide-ide konsep
konsep
- Mempu mendemonstrasikan kemampuan analisa
- Mampu bekerja dalam sebuah tim
- Mampu bekerja multi task
- Bersedia untuk berpergian
- Berpengalaman dengan salah satu atau lebih kunci teknologi berikut ini : J2EE,
ERP (SAP, Peoplesoft, Oracle), Citrix, Linux, Six Sigma, ITIL.
- Berpengalaman dalam pemrograman
- Mempunyai sertifikat MCSE
- Mempunyai sertifikat CCNA/CCNP/CCDP
- Mempunyai pengalaman dengan IP Telephony systems, Cisco Call Manager, Unified
Messaging, Cdan Call Center System)
- Mampu mendukung level enterprise menggunakan solusi Cisco Voip dan AVVID dan
berpengalaman mengkonfigurasi Cisco Hardware 37XX, 450X, 650XMCS7800 Servers, 79
xx series IP Phones, Voices, Voices Gateway level, WS-X6608, VG200, VG248 dan
modul-modul yang berelasi seperti VWIC, DSP farm, FXO dan FXS
- Mempunyai pengetahuan WAN Interfaces, T1/T3, ISDN PRI dan Legacy PBX & Key
systems (Intercom, Nortel, Octel, dan sebagainya)
- Memahami TCP/IP dan layanan voice yang berelasi-seperti SKINNY, SIP, H323, MCGP,
SCGP, QSIG dan QoS
- Sangat Memahami Ip Routing Protocols: RIP, IGRP, EIGRP, OSPF, IGP, dan EBGP
- Asngat memahami dial Planing, call routing, CDR, VoFR, VoATM, Telephone
signaling, Fax over Voice, analog (FXS, FXO, E&M, DID), Digital CAS(R2, E&M, FXS,
FXO), Digital CCS (PRI, BRI, Q.SIG, T-CCS), SS7 Network
- Mempunyai pengalaman VLANs dan teknologi L2 lain seperti : Spanning Tree, Vlans,
802.1q, dan Etherchannel
- Sangat ahli di bidang arsitektur jaringan dan keamanan
- Berpengalaman dengan produk-produk sperti NAI Sniffer ™, Netsout Ngenious™, BMC
Patrol™, NetlQ Appmanager™, Opnet ACE ™, concord eHealth™, HP openview™, dan
Mercury topaz™
Network Design Engineer
Job description
- bertanggung jawab untuk menyediakan desain taktis dan dukungan teknis untuk
pembangunan infrastruktur
- mengidentifikasi tambahan jaringanyang diperlukan melalui monitoring komponen-
komponen jaringan
- untuk posisi senior-level network design specialist bertanggung jawab pada
perbaikan network infrastructure pada jaringan enterprise client.
- Menyediakan analisa, desain, dan implementasi upgrade jaringan untuk jaringan
enterprise client.
- Memimpin penaksiran jaringan pada site secara detail dan menyiapkan proposal
desain network
- Mengembangkan dan mengeksekusi rencana implementasi upgrade jaringan, termasuk
pengadaan peralatan, perubahan jadwal, dan logistic
- Menganalisa performance, reliability , dan security dari area jaringan yang kritis
- Memberik mentor kepada anggota tim junior bagi senior network design engineer.
- Memelihara dokumentasi dan diagram dari jaringan yang terpasang saat ini
- Berpartisipasi pada problem-problem yang muncul pada jaringan meskipun itu diluar
jam kerja
- Berhubungan dengan semua aspek desain dan konstruksi di lapangan, penceraian
area, dan menangani permintaan customer.
- Engineer harus dapat mendesain dan pergi ke lapangan untuk mencari kemungkinan
terbaik yang menghasilkan performance yang optimal
- Cisco CCNP/CCDP/CCIE certifications
- Mendesain dan support data center network
- Mempunyai pengetahuan yang detail terhadap ip internetworking and routing
protocols, termasuk BGP, OSPF, dan ISIS
- Berpengalaman dan mempunyai pengetahuan mendalam tentang Cisco GSR, 7500, dan 6500
(keluarga dari router) baik hardware maupun software
- Berpengalaman testing protocols da/atau routing hardware
- Mempunyai pengetahuan tentang Unix dan bahasa scripting (Perl, Shell dan
sebagainya)
- Mengerti prinsip-prinsip perancangan jaringan dan keuangan
More Advantage
- mengerti dasar-dasar IP Telephony (SIP, H.323, H.248 dan sebagainya)
- berpengalaman dengan keluarga IP Router di luar Cisco
- Mempunyai pengetahuan Asynchronous Transfer mode (ATM) telecommunications
transport protocol dan berpengalaman dalam skala enterprise, serta hierarchal
private Netwrok-network Interface HPPNI.
- Mempunyai pengetahuandan pengalaman pada Marconi ASX-200/1000/4000/TNX-1100 ATM
switches dan power hub ATM edge devices
- KG75 (Fastlane) and KG-175(Taclane)
Personal Skill
- Senior level network design skills excellent.
- Mempunyai skill komunikasi (tertulis maupun lisan) yang bagus
- Mempunyai daya analisa dan problem solving yang kuat
- Mampu bertindak independent
- Berorientasi pada customer
- Komitmen pada kualitas dan secara etrus menerus mengadakan perbaikan
- Kuat pada detail
- Mempunyai etika kerja yang bagus
Network Consultan
Berikut ini adalah spesifikasi yang diperlukan untuk menjadi Network consultan
Environment
- Membangun analisa, logika, komunikasi verbal dan tertuils, materi-materi
negoisasi berbasis kemampuan yang terakumulasi, pengalaman dan pendidikan,
kekayaan intelektual, untuk memenuhi permintaan yang spesifik
- Mendemonstrasikan kecakapan yang diperlukan
- mempunyai pemahaman dasar tentang metodelogi konsultasi dan proses bisnis
- berkolaborasi dengan anggota-anggota tim yang terlibat untuk melakasanakan tugas
yang telah ditentukan
- membuat negoisasi dan saran-saran kreatif dengan para professional lain untuk
mempresentasikan penemuan-penemuan penelitian yang mendukung tujuan-tujuan
- menghargai dan membicarakan isu-isu yang muncul selama penelitian ataupun analisa
Problem Solving
- mempunyai kecakapan dalam menggunakan tool pendukung yang terlibat untuk
melakukan analisa data, menulis laporan, atau membuat materi presentasi.
- Membangun pemahaman yang cermat dari sumber-sumber manajemen pengetahuan, dan
menggunakan materi tersebut untuk merekomendasikan alternative solusi
- Menghubungkan penemuan-penemuan yang terkait dengan proyek yang ditangani
Personal Skill
- mampu beradaptasi dan fleksibel di lingkungan dia bekerja.
- Bersedia kerja overtime, sebagai tuntutan bisnis jika di perlukan
- Mampu menangani berbagai tugas bersama-sama
- Mudah beradaptasi pada tugas, sistem maupun tool baru.
- Mampu berkomunikasi secara tertulis dengan jelas, ringkas dan akurat
- Jelas dalam menyampaikan pemikiran dan ide kepada rekanan, manajemen, dan customer
- Membentuk dan memelihara hubungan kerja yang positif dengan rekanan, manajemen,
dan customer. Mampu menampilkan pemahaman akan beragam pandangan]
- Mempelajari dan mengaplikasika equipment dan tool baru dalam sebuah timeframe
yang dapat diterima
- Memiliki rasa kepemilikan terhadap tugas
- Menyelesaikan tugas pada waktunya
Technical skill
berikut ini kemampuan teknis yang dimiliki
- mempunyai pengetahuan/pengalaman di LAN/WAN, termasuk Private line, Frame Relay,
ATM, Sonet, TCP/IP, Routers, Routing Protocols, Internet-Access, Dial IP, VPNs,
(IPsec, Mpls, dan sebagainya)
- mempunyai cisco certification (CCNP lebih disukai)
- Cakap dalam hal berikut ini : Netforensics, Archsight, atau snort, checkpoint Fq-1
/VPN-1, SonicWall Firewall, Nokia IPSO, NetScreen Firewall, Cisco Pix, Cisco IDS,
VPNs,
- Windows 2000/Linux/Unix configuration
- Intrusion Detection, Firewalls, Linux/Unix/Windows, C,C++, Perl, TCP/IP, IPSEC/VPN
Mempermudah Akses Folder Dengan Mapping Drive
Oleh:Syaiful Ahdan
Mapping drive dimaksudkan untuk mempermudah user account dalam mengakses folder yang di-share. cara yang digunakan untuk membuat mapping drive adalah sebagai berikut
- Klik menu Tools kemudian pilih Map Network Drive atau anda dapat mengklik ikon My network places , kemudian klik kanan dan pilih Map Network drive.
- Kemudian dilayar akan terlihat kotak dialog map network drive, tentukan pilihan drive pada bagian Drive, misalnya drive E.
- Tentukan folder pada bagian folder. Dengan cara klik tombol browse dan di layar akan terlihat kotak dialog browse for folder.
- Klik nama komputer yang dituju kemudian klik nama folder latihan sharing kemudian klik tombol OK,
- Pastikan pilihan Reconect at logon ditandai dengan simbol ceklist, agar setiap kali user account melakukan logon drive tersebut langsung dipetakan.
- Kemudian klik tombol finish maka maping drive telah dapat di gunakan seperti dibawah ini.
Menghentikan Mapping Drive
Untuk menghentikan map network drive dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- Klik kanan ikon My network places
- Klik disconnect network drive
Mengakses Printer yang di Sharing dalam Lingkungan Jaringan
Oleh: Syaiful Ahdan
Instalasi dengan cara ini adalah menghubungkan printer (printer device) dengan printer port yang berada pada komputer lain. Cara yang digunakan untuk instalasi printer networkadalah sebagai berikut.
- Klik tombol start kemudian klik printer dan dilayar akan terlihat jendela printers.
- Klik pilihan add printer dan di layar akan terlihat jendela add printer
- Klik next untuk melanjutkannya.
- Tentukan pilihan network printer untuk menginstall printer dari komputer lain
- Klik tombol next untuk melanjutkannya.
- Isikan nama printer pada kotak name dan alamat printer pada kotak URL. Jika anda kurang mengerti klik tombol next
- Pilih nama user yang mengizinkan printer untuk digunakan
- klik printer tersebut
- Klik tombol next
- Klik tombol finish
Berbagi Pakai Sumber Daya (Sharing Printer)
Apabila anda memasang suatu periperal (device) pada suatu jaringan. Maka periperal (device) tersebut dapat dipergunakan secara bersama-sama oleh anggota (user) dalam jaringan tersebut. Untuk dapat menggunakan secara bersama-sama, terlebih dahulu dikonfigurasikan salah satu periperal tersebut, dalam hal ini periperal tersebut adalah printer.
Instalasi dengan cara ini adalah menghubungkan printer (printer device) dengan printer port pada komputer server, misalnya LPT1 port USB. Cara yang digunakan untuk instalasi printer okal adalah sebagai berikut.
- Klik tombol start kemudian pilih printer dan dilayar akan terlihat jendela printers.
- Klik pilihan add printer dan di layar akan terlihat jendela add printer
- Klik next untuk melanjutkannya.
- Tentukan pilihan local printer untuk menginstall printer di komputer utama.
- Klik next untuk melanjutkannya.
- Dilayar akan terlihat alamat select a printer port dan pilih port sesuai denga port yang digunakan printer, misalnya LPT1
- Klik next untuk melanjutkannya
- Pilih produk printer pada bagian manufacturer. Misalnya klik pilihan AGFA-AcuSet V52.3
- Anda dapat menentukan sendiri driver printer denga tombol have Disk. Kemudian tentukan drive dan folder dari file driver printer
- Klik next untuk melanjutkan
- Pada bagian printer nama: akan secara otomatis terlihat nama printer dan anda dapat merubah nama tersebut
- Klik tombol yes apabila anda akan membuat default printer.
- Klik next dilayar akan terlihat tampilan sharing.
- Klik Next untuk melanjutkannya
- Klik pilihan No agar anda tidak perlu test printer
- Klik tombol Next untuk malanjutkannya
- Klik tombol finish kemudian lihat apakah printer yang ditambahkan telah terlihat.
Sharing Printer
Apabila dalam proses instalasi anda tidak menentukan sharing printer, maka anda dapat menentukan sharing printer dengan cara berikut:
- Klik start kemudian klik printer and faxes
- klik kanan pada icon printer yang akan di share, kemudian pilih sharing,
- setelah tampil jendela sharing, Kemudian pilihlah ceklist Shared as
- klik tombol OK. jika pada icon printer telah tampil lambang sharing berarti printer tersebut telah berhasil anda sharing
Cara Sharing File Dalam Lingkungan Jaringan
Oleh : Syaiful Ahdan
Setelah komputer terkoneksi ke jaringan, langkah berikutnnya adalah membagi resource yang dimiliki oleh setiap komputer. Yakni bagaimana antara komputer satu dan yang lainnya dapat berbagi pakai sumber daya, File dan folder pada client atau server dapat dipakai secara bersama-sama, sehingga file atau folder tersebut dapat digunakan oleh client. Sebelum digunakan oleh klien, maka file atau folder tersebut perlu di-share atau sharing terlebih dahulu
Berikut ini adalah cara yang harus dilakukan untuk men-sharing folder pada operating system windows.
- Aktifkan windows explorer.
- Klik folder yang akan di share, misalnya folder yang bernama belajar sharing yang berada di drive D:
- Kemudian klik kanan pada folder tersebut pilih sharing seperti pada gambar dibawah ini.
Kemudian pilih share this folder
pada bagian Share name : akan terlihat nama share dan anda dapat merubahnya sesuai keinginan. Pada bagian comment, ketik informasi tentang folder tersebut atau kosongkan saja. Klik maximum allowed pada user limit untuk menentukan jumlah pemakai tak terbatas yang dapat mengakses folder tersebut.
- Kemudian klik tombol OK. Maka akan terlihat perubahan pada folder yang telah di sharing seperti pada gambar dibawah ini
Menghentikan Sharing
Cara yang digunakan untuk menghentikan sharing atau menghilangkan atribut sharing adalah sebagai berikut
- Aktifkan windows explorer.
- Klik kanan pada folder yang telah di sharing (Belajar sharing) yang berada di drive D:
- Klik pilihan sharing dan klik tombol do not share this folder
Mengakses folder yang di Sharing
cara mengakses folder yang telah di sharing adalah sebagai berikut:•
- Aktifkan Windows explorer
- Kemudian pilih Entire Network kemudian klik Microsoft Windows Network lalu pilih nama workgroup.
- aktifkan nama user yang telah di sharing folder. Kemudian klik folder yang telah di sharing.
Memeriksa Konektifitas Jaringan Dengan Menggunakan Perintah PING Di DOS
MEMERIKSA KONEKSI DALAM LINGKUNGAN JARINGAN
Untuk memeriksa koneksi antar komputer yang terhubung kejaringan kita dapat memanfaatkan utility yang terdapat pada windwos, yaitu dengan menggunakan perintah ping. Ping dapat dikatakan sebagai network trouble shooting tools yang paling mudah dan paling berguna untuk mengkaji masalah network. PING berasal dari kata (Packet Internet Groper).
Untuk menggunakan perintah ping lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
Untuk menggunakan perintah ping lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
- Masuk kemudian ketikan maka akan tampil seperti dibawah ini
- Atau kemudian ketikan ping
Fungsi dari ping ke loopback address ini biasanya ialah untuk melihat sambungan network card kita dan mempastikan tidak kerusakan atau masalah. Untuk memeriksa loopback addres kita dapat menggunakan alamat atau dengan menggunakan nama sebagai contoh dapat dilihat bawah ini.
Setelah kita memeriksa koneksi dalam jaringan, ada hal yang hal yang harus dilakukan yaitu melihat apakah komputer telah terkoneksi dalam lingkungan jaringan. Untuk melihat komputer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan kita dapat memanfaatkan utility net view . ikuti langakah-langkah berikut.
Masuk ke lalu ketikan kemudaian tekan enter , dapat anda lihat seperti pada tampilan dibawah ini.
- MEMVERIFIKASI ALAMAT YANG TERPASANG
Untuk memverifikasi alamat yang terpasang di sebuah komputer yang menggunakan sistem operasi windows 98, anda dapat menggunakan perintah winipcfg dari menu Run atau perintah Ipconfig atau Ipconfig /all untuk sistem operasi win2000/XP dengan cara ini anda bisa memastikan bahwa komputer benar-benar telah memiliki alamat tertentu. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memverifikasi alamat yang terpasang.
- pada C:\> ketikan ipconfig kemudian akan tampil seperti berikut.
- atau ketikan ipconfig /all kemudian akan tampil seperti berikut.
Jika kita melihat tampilan tampilan diatas maka IP address, Hostname, Subnet mask dan workgroup telah terpasang pada komputer.
Cara Melihat Konektifitas dalam Lingkungan Jaringan
Setelah kita memeriksa koneksi dalam jaringan, ada hal yang hal yang harus dilakukan yaitu melihat apakah komputer telah terkoneksi dalam lingkungan jaringan. Untuk melihat komputer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan kita dapat memanfaatkan utility net view . ikuti langakah-langkah berikut.
Masuk ke c:\> lalu ketikan Net view kemudaian tekan enter , dapat anda lihat seperti pada tampilan dibawah ini.
Atau jalankan windows explorer klik my network place kemudian klik Entire Netowrk pilih Microsoft Windows Network kemudian Klik Nama Workgroup, dapat dilihat seperti tampilan dibawah ini
Memberikan Nama Dan Workgroup pada Komputer
Setiap komputer atau device yang akan terhubung ke jaringan selain memiliki alamat yang unik ( Ip address) biasanya juga memiliki nama sebagai identitas yang berfungsi agar dapat dikenali pada saat terhubung ke jaringan. Untuk memberikan nama tersebut ikuti langkah-langkah sebagai berikut
- Klik start à control panel à system akan keluar tampilan sbb:
- Setelah memberi nama komputer dan Workgroup kemudian klik Ok
- Pilih Ok agar komputer merestart ulang.
Cara Memasang IP Address
INSTALASI IP ADDRESS
IP address adalah alamat yang diberikan pada setiap host dalam LAN, baik secara dinamik (DHCP service) maupun statik. Untuk memasang IP address pada tiap-tiap sistem operasi mempunyai cara yang berbeda-beda. Untuk sitem operasi windows tiap-tiap versi tidak jauh berbeda .
- Instalasi IP address pada windows 2000
- Pilih icon network neighborhood untuk windows 98 atau my network place untuk
windows 2000, kemudian klik kanan pada icon tersebut
Akan muncul tampilan seperti dibawah ini
- Setelah keluar tampilan Network and Dial-up Connections pilih icon Local Area
Conection kemudian klik kanan pada icon tersebut dan pilih properties, dan akan
menuju ke jendela local area connection. Seperti tampak pada gambar dibawah ini
- untuk memasang IP Address pada jendela local area conection. Pilih komponen
TCP/IP kemudian klik properties. Pada saat memilih komponen TCP/IP, perhatikan
dua pilihan yaitu : obtain an IP address automatically dan following IP address
yaitu IP address.
Secara Dinamic (Obtain an IP address automatically)
Komputer akan memperoleh alamat secara otomatis, alamat yang diperoleh berasal
dari komputer yang bertindak sebagai DHCP server ( komputer yang bertugas
membagi-bagikan IP terhadap client)
Secara Static (Use the following IP address )
Pengguna secara manual mengisi IP dan subnet mask. Cara ini biasa dilakukan
terhadap komputer yang bertindak sebagai server. sehingga IP address tidak akan
berubah apabila dilakukan perubahan.
Contoh : IP Address : 192.168.100.223 Subnet Mask : 255.255.255.0
Sistem Pengalamatan Pada Jaringan
Oleh Syaiful Ahdan
Ketika sebuah device, misalkan server atau workstation yang terpasang pada sebuah sistem jaringan komputer dikenal dengan istilah host. Setiap host yang terhubung ke dalam sebuah jaringan harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan host lainnya. Komunikasi di antara host tidak hanya dapat dilakukan di sebuah layer saja. Host juga dapat saling berkomunikasi pada tiap-tiap layer. Masing-masing layer menggunakan metode pengalamatan agar antar host dapat saling berkomunikasi. Terdapat banyak protocol yang menyediakan system pengalamatan. Dalam pembahasan ini kita hanya akan membahas metode pengalamatan yang digunakan oleh arsitektur jaringan TCP/IP.
Sedangkan alamat MAC media acces control merupakan metode pengalamatan di layer network acces. Dikenal pula dengan istilah hardware address. Menggunakan 48 bit biner atau 12 digit hexadesimal.
Di antara ke empat metode pengalamatan yang dimiliki oleh arsitektur TCP/IP, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah pengalamatan di internet layer, yakni alamat IP. Setiap device yang terhubung ke jaringan TCP/IP membutuhkan paling sedikit satu alamat IP yang bersifat unik, tidak boleh ada dua atau lebih host yang menggunakan alamat IP yang sama.
Alamat IP menggunakan system bilangan desimal, penulisannya seperti berikut:
• 20.1.3.5
• 172.18.10.10
• 192.168.100.50
ketiga alamat IP di atas terbentuk dari 32 bit bilangan biner, kita ambil contoh salah satu dari ketiga alamat tersebut
Masing-masing kelompok titik bilangan desimal diwakili oleh 8 bit bilangan biner, secara detail proses konversi dari bilangan desimal ke biner adalah sebagai berikut:
Karena masing-masing kelompok titik terbentuk dari 8 bit biner, maka bilangan maksimal alamat IP adalah 255 dan alamat IP terkecil adalah 0
IP address terbagi ke dalam lima kelas, yakni kelas A,B,C,,D dan E. nilai oktet pertama pada IP address menentukan kelas dari sebuah alamat IP
Dalam gambar tidak terlihat alamat 127. alamat tersebut tidak digunakan untuk mengalamati host atau pun network. Alamat 127 merupakan alamat yang digunakan untuk fasilitas utilitas. Contohnya alamat 127.0.0.1 digunakan untuk memeriksa hubungan ke diri sendiri, dengan menggunakan perintah ping 127.0.0.1
Alamat IP terdiri dari dua bagian, yakni:
Network ID
Network ID merupakan identitas alamat dari sebuah jalur. Semua device yang terhubung pada jalur fisik yang sama harus memiliki network ID yang sama.
Host ID
Host ID merupakan identitas bagi host (workstation, server, interface router, dan device lain yang terhubung ke jaringan)
Mekanisme pembagian network ID dan Host ID diatur oleh nilai Subnet Mask. Masing-masing kelas telah memiliki nilai default subnet mask kecuali kelas D dan E yang tidak memiliki subnet mask.
PENGELOMPOKAN CLASS DAN TIPE IP ADDRESS
Dalam pengaturan IP Address dikenal pembagian kelas (class), yaitu class A, B, C. tujuan pembagian class ini adalah untuk mengantisipasi jumlah komputer yang terhubung ke dalam jaringan. Karena tiap class mempunyai batas maksimal jumlah client yang bisa terkoneksi, class C mempunyai batas maksimal paling sedikit, sedangkan class A mempunyai batas maksimal paling banyak
Tabel diatas bisa dijadikan patokan dalam hal menentukan class dalam jaringan yang kita bangun. Misalnya kita membangun sebuah jaringan dengan jumlah client 3000 unit, maka class yang kita pilih adalah class B. apabila kita memilih class C, maka akan ada 46 client yang tidak terdeteksi oleh jaringan ( karena class C jumlah maksimal clientnya 254.
Dalam hal pembagian class ini, IP address dibedakan menjadi dua tipe, yaitu IP private dan IP Public
IP Public
IP Private merupakan alamat IP yang dipakai apabila jaringan terkoneksi ke internet. Pengaturan IP Public umumnya sudah ditentukan oleh internet service provider (ISP) dimana kita berlangganan. Jadi kita tidak perlu mengatur secara manual.
Secara umum pembagian class untuk IP Public adalah seperti dibawah ini
IP Private
IP Private digunakan apabila jaringan hanya sebatas jaringan lokal saja (LAN atau Intranet). Tidak seperti IP Public, Pengaturan IP Private harus dilakukan secara manual. Cara pengaturan class dan nomor yang digunakan juga berbeda dengan IP Public. Dibawah ini adalah pengelompokan class untuk IP Private
Subnet Mask (netmasking)
Setiap jaringan TCP/IP memerlukan apa yang disebut subnet mask (netmasking). Fungsi dari seubnet mask adalah:
- untuk menentukan apakah jaringan yang kita bangun merupakan jaringan global atau
lokal.
- Memisahkan antara alamat network dan alamat host.
- Menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan.
Pengaturan subnet mask tergantung dari class pada jaringan. Pengaturannya adalah
seperti dibawah ini.
Contoh Pengalamatan:
Dua buah komputer atau lebih akan dapat saling terkoneksi secara langsung jika terdapat dalam network address ( Network ID) yang sama.
IP = IP Address
SM = Subnet Mask
Dasar-Dasar Mendesain LAN
Mendesain suatu LAN yang sederhana untuk 1 atau 2 server dan 2 sampai 12 workstation adalah relatif sangat mudah. Cukup dengan menghubungkan server dan workstation tersebut dengan suatu hub atau switch, maka kita sudah dapat membuat suatu LAN yang dapat bekerja dengan baik. Namun jika workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus, perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor yang harus kita perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik .
Untuk mendesain LAN yang kompleks kita dapat mempergunakan desain hirarki. Model Hirarki adalah suatu model untuk mendesain jaringan komputer yang banyak dipakai oleh para perancang jaringan. Dengan model desain hirarki ini, jaringan dibagi di dalam tiga lapisan yang berdiri sendiri-sendiri. Ketiga lapisan model desain hirarki adalah sebagai berikut
Lapisan ini merupakan tulang punggung (backbone) dari jaringan. Didalam lapisan ini, data diteruskan secepatnya menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat (high speed).
Lapisan Distribusi (Distribution)
pada lapisan ini, diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang akan dipakai oleh suatu perusahaan, misalnya jaringan dibagi berdsarkan departemen-departemen
Lapisan Akses
Pada lapisan akses ini, komputer pemakai dihubungkan untuk akses ke jaringan. Pada lapisan ini penyaringan paket data yang lebih spesifik dapat dilakukan untuk mencegah akses ke suatu komputer tertentu
Contoh jaringan dengan model hirarki tampak pada gambar berikut
Latihan 1 (Praktek)
- berdasarkan desain LAN dibawah ini, buatlah 4 kelompok agar dapat merancang
jaringan seperti desain dibawah ini. Gunakan peralatan yang telah tersedia
- masing-masing kelompok disediakan 1 switch, 3 kabel straight-trought, 1 kabel
cross-over dan 3 PC.
- Masing masing kelompok hanya boleh mengatur satu segmen jaringan yang telah
ditentukan
- Hubungkan kabel ke peralatan yang telah tersedia, sehingga masing-masing
kelompok terhubung secara fisik, seperti pada gambar dibawah ini
- Tentukan IP address masing-masing kelompok berdasarkan alamat network 192.168.50.0
- Tentukan nama komputer yang terhubung pada masing-masing segmen.
- Tentukan workgroup pada masing-masing segmen
Latihan 2 (Praktek)
- berdasarkan desain LAN dibawah ini, buatlah 4 kelompok agar dapat merancang
jaringan seperti desain dibawah ini. Gunakan peralatan yang telah tersedia
- masing-masing kelompok disediakan 1 switch, 3 kabel straight-trought, 1 kabel
cross-over dan 3 PC.
- Masing masing kelompok hanya boleh mengatur satu segmen jaringan yang telah
ditentukan
- Hubungkan kabel ke peralatan yang telah tersedia, sehingga masing-masing
kelompok terhubung secara fisik, seperti pada gambar dibawah ini.
- Tentukan IP address masing-masing kelompok berdasarkan alamat network
192.168.100.0
- Tentukan nama komputer yang terhubung pada masing-masing segmen.
- Tentukan workgroup pada masing-masing segmen.
Konfigurasi Kabel UTP
KONFIGURASI KABEL
Kabel UTP berisi delapan buah kabel yang di pilin . masing-masing kabel mempunyai warna pada kabel yang dijadikan sebagai standar biasanya disebut pin. Standar dari susunan kabel memiliki dua tipe yaitu
Prosedure pemasangan kabel UTP untuk menghubungkan perangkat-perangkat jaringan ada berapa cara :
Straight-trought
Ilustrasi pemasangan dengan cara straight-trought:
pemasangn Kabel UTP dengan cara straight-trought digunakan jika hubungan terjadi antara:
- port ethernet/fast ethernet router dengan port ethernet yang terdapat di
hub/switch
- port ethernet/fast ethernet hub/switch dengan Network adapter yang terpasang di PC
Cross-over
Ilustrasi pemasangan dengan cara Cross-over:
pemasangn Kabel UTP dengan cara Cross-over digunakan jika hubungan terjadi antara:
- Switch/hub dengan Switch/hub
- Router dengan Router
- PC dengan PC
Roll-over
pemasangn Kabel UTP dengan cara Roll-over digunakan untuk mengkoneksikan antara console router/switch dengan interface serial db9 adapater yang terdapat pada pc.
MEDIA PENGHUBUNG
Tingkat yang paling bawah dalam jaringan komunikasi adalah media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media yang biasa digunakan dalam jaringan komputer terdiri dari teknologi kabel dan wireless
1. Media kabel
Media ini terdiri dari konduktor yang dilapisi jaket plastik. Media ini banyak digunakan untuk LAN. Media kabel mentransmisi sinyalnya menggunakan spektrum elektromagnet terendah misalnya listrik
2. Media tanpa kabel
Media ini bekerja pada frekuensi elektromagnet yang lebih tinggi misalnya gelombang radio, gelombang mikro dan sinar inframerah. Media ini banyak digunakan untuk jaringan komputer bergerak dengan jarak yang jauh.
Berikut ini faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk memilih media jaringan komputer :
Biaya
- Biaya investasi : yaitu biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur.
Biaya operasional: yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan peralatan.
- Spesialis jaringan harus mencari titik optimal antara biaya investasi dan biaya
operasional.
- Sebelum memutuskan jaringan macam apa yang akan dibangun, para spesialis harus
memahami dulu kebutuhan pengguna.
- Setelah itu memutuskan jaringan macam apa yang sesuai dengan kebutuhannya.
- untuk menghemat biaya investasi para spesialis jaringan memutuskan untuk membuat
jaringan komputer dengan memanfaatkan jaringan telepon. Keputusan semacam ini
tidak selalu benar karena bisa jadi jaringan telepon yang ada tidak andal (sering
drop). Sehingga memakan biaya operasional yang besar.
Instalasi-
Masing-masing media memiliki tingkat kesulitan instalasi yang berbeda
- Tidak semua media bisa ditangani oleh orang biasa. Sebagian membutuhkan peralatan
dan latihan, sebagian membutuhkan pengetahuan dan keahlian seorang spesialis.
- Misalnya kabel UTP relatif mudah sehingga bisa ditangani oleh orang awam.
- Sedangkan kabel serat optik membutuhkan penanganan oleh seorang ahli sebab untuk
menyambungnya saja memerlukan proses tusi secara elektris atau menggunakan proses
epoxy kimiawi.
- Instalasi akan dijelaskan lebih detail pada bagian selanjutnya.
Kapasitas Bandwith
- Kapasitas media diukur dengan bandwidth yang satuannya adalah megabit per second
(Mbps).
- Dalam istilah komunikasi bandwidth adalah lebar frekuensi yang bisa dilayani oleh
suatu media, sedangkan dalam istilah jaringan komputer bandwidth adalah jumlah
bit yang dapat ditransmisikan melalui media setiap detik.
- Media yang kapasitasnya besar memiliki bandwidth yang tinggi sedangkan media yang
kapasitasnya kecil memiliki bandwidth yang rendah.
- Contohnya ethernet memiliki bandwidth 10 Mbps.
- Bandwidth yang tinggi akan meningkatkan keandalan jaringan, tapi panjang kabel
dan teknik sinyal dapat memperbaiki bandwidth kabel.
Redaman (Attenuation)
- Sinyal elektromagnet cenderung melemah selama transmisi.
- Fenomena ini disebut redaman (attenuation).
- fenomena ini terjadi karena sinyal tersebut diserap oleh media.Contoh yg sering
kita alami adalah dua orang saling berteriak dari jauh. Jika posisi kedua orang
tersebut semakin jauh maka suara yang terdengar semakin kecil.
- Hal ini menyebabkan sinyal tidak mampu mencapai tujuan dengan sempurna (pasti
mengalami degradasi) artinya sinyal yang sampai ke tujuan bukan 0 dan 1 lagi. Shg
bisa terjadi kesalahan komunikasi.
- Untuk menghindari hal ini penggunaan kabel jaringan jangan sampai melebihi batas
maksimum yang direkomendasikan.
Kekebalan terhadap interferensi elektromagnet
- Interferensi elektromagnet (IEM) disebabkan oleh gelombang elektromagnet dari
luar media.
- Biasanya disebut noise atau derau.
- IEM ini sedikit banyak akan mengganggu sinyal yang dikirim melalui media
transmisi dan mempersulit jaringan untuk menerjemahkan sinyalnya.
- Masing-masing media memiliki kemampuan yang berbeda untuk menghadapi IEM.
- Sebagian media lebih mudah diganggu IEM daripada yang lain.
- Semakin mudah suatu media diganggu IEM maka semakin mudah komunikasi melalui
media tersebut disadap. Shg keamanan komunikasi melalui jaringan tersebut tidak
terjamin.
JENIS-JENIS KABEL
salah satu media penghubung jaringan adalah kabel. Banyak sekali jenis-jenis kabel yang kita ketahui, pada kenyataannya terdapat beberapa jenis kabel yang dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
Kabel Twisted Pair
Kabel twisted pair terbagi dalam dua jenis, yakni Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP).
- Kabel twisted pair terdiri dari sepasang atau lebih dua kawat tembaga yang
dipilin untuk mentransmisi sinyal.
- Kabel ini sering digunakan untuk kabel telekomunikas
- Beberapa kawat tembaga yang dilalui sinyal yang diletakkan sejajar dalam jarak
yang dekat akan saling menginterferensi satu sama lain.
- Peristiwa semacam ini disebut crosstalk.
- Untuk mengurangi crosstalk dan interferensi yang berasal dari luar maka kawat
tersebut di twist yaitu di pilin dengan membentuk helix.
- Pemilinan kabel ini menghilangkan interferesi yang terjadi sekaligus melindungi
kabel dari noise yang berasal dari luar.
Sheilded Twisted Pair (STP)
- Satu-satunya perbedaan antara shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted
pair (UTP) adalah STP memiliki shield (pelindung) dari aluminium / poliester /
metal braid yang dililitkan antara bungkus luar dan kawat.
- 4-pasang kawat yang dikombinasikan dengan pelindung dan berupa kawat anyaman.
- Jika pelindung ini dihubungkan ke tanah dgn benar maka pelindung ini akan
menangkal interferensi electromagnet
- Hambatannya 150-Ohm
- Mengurangi terjadinya crosstalk EMI dan RFI
- Menghasilkan proteksi terbesar yang berlawanan dengan semua type interference
external dari UTP.
Kabel shielded Twisted Pair (STP) memiliki karakteristik sbb:
- Biaya : cukup mahal, lebih mahal daripada UTP dan kabel koaksial tapi lebih murah
daripada kabel serat optik.
- Instalasi : cukup sulit, lebih sulit daripada UTP karena diameternya lebih besar
daripada UTP dan lebih padat. Perlu membuat sambungan listrik ke tanah .
- Kapasitas bandwidth : Secara teori mampu melayani hingga 500 Mbps untuk tiap 100
meter panjangnya. Kenyataan dilapangan kecepatannya hingga 16 Mbps.
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node.
- Redaman : sama dengan UTP
- IEM : interferensi berkurang karena memiliki shield.
UTP merupakan jenis kabel yang saat ini paling popular digunakan pada system jaringan LAN. Panjang maksimum kebel per segmen adalah 100 meter. UTP terdiri dari sepasang kabel tembaga terisolasi yang dipilin. Sesuai dengan namanya unshielded, tiap pasang kabel tersebut tidak memiliki pelindung.
– Kabel ini terdiri dari sejumlah pilinan kabel yang dibungkus plastik
– Kabel ini sering digunakan untuk sistem telepon.
– Dibuat dari pasangan kawat yang dipilin untuk membatsi signal yang mengalami
penurunan disebabkan oleh EMI and RFI
– Memiliki 4 pasang dengan ukuran kawat 22- or 24-gauge
– Memiliki impedansi 100 Ohms
– Kabel UTP dibagi menjadi beberapa peringkat kategori berdasarkan ukuran
penghantar, karakteristik listrik, banyak pilinan setiap satuan jarak. Berikut
ini adalah kategori yang dimaksud :
Kategori 1
- Jenis ini biasa dugunakan pada kabel telepon tradisional yang mampu membawa
sinyal voice tetapi tidak dapat membawa sinyal data.
- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4
megabits setiap detik (Mbps).
Kategori 2
Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan maksimal 4Mbps( megapit per second). Terdiri dari 4 twisted pair
- Dapat digunakan mentrasfer data dengan kecepatan rendah yaitu kurang dari 4
megabits setiap detik (Mbps).
Kategori 3
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan
maksimal 10 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair.
Kategori 4
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair.
Kategori 5
- Jenis ini merupakan kabel UTP yang dapat mentransfer data dengan kecepatan
maksimal 16 megabits setiap detik (Mbps). Terdiri dari 4 twisted pair.
- Mampu mendukung fast ethernet.
- Bungkusnya lebih baik.
- Pilinannya lebih rapat
Kabel UTP memiliki karakteristik sbb :
- Biaya : biaya instalasinya paling rendah daripada media transmisi lainnya.
- Instalasi : Kabel ini paling mudah diinstal. Untuk menginstalasi kabel ini perlu
sedikit pelatihan. Pemeliharaan kabel relatif sederhana.
- Kapasitas bandwidth : Support data dari 1 – 155 Mbps dengan jarak hingga 100
meter. Kecepatan data rata-rata adalah 10 Mbps.
- Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub
terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node.
- Redaman : mengalami redaman yang cepat oleh karena itu butuh repeater tiap 100
meter.
- IEM : mudah kena interferensi elektromagnet. Pilinan memang mengurangi crostalk
tapi tidak menghilangkan sama sekali. Mudah disadap.
Spesifikasi Kabel UTP
Keterangan Warna
OP : Oranye Putih
O : Oranye
HP : Hijau Putih
H : Hijau
BP : Biru Putih
B : Biru
CP : Cokelat Putih
C : Cokelat
Komponen penghubung Unshielded Twisted Pair
Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Konsentrator, kita dapat menggunakan jack dan konektor RJ-45, yaitu sebuah konektor yang berisi 8 pin seperti terlihat pada gambar berikut. Sedangkan kabel kategori 1 dan 2 yang digunakan pada system jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11
Kabel Coaxial
Kabel Coaxial terdiri dari core yang dibuat dari tembaga berfungsi untuk mengirimkan data, dibungkus oleh Teflon yang merupakan isolator dalam, yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding dari pengaruh interfrensi luar dan dibungkus oleh isolataror luar yang berupa kulit kabel.
Kabel Coaxial memiliki karakteristik sbb :
- Biaya : relatif tidak mahal, koaksial yg tipis lebih murah daripada STP atau UTP
Cat 5. Sedangkan koaksial yg tebal lebih mahal tapi masih lebih murah dari pada
serat optic.
- Instalasi : relatif mudah dan sederhana.
- Kapasitas Bandwidth : 10 Mbps
- Kapasitas Node : 30 node
- Redaman : lebih kecil daripada twisted pair. Kabel koaksial sanggup mentransmisi
sinyal ribuan meter.
- IEM : Mudah terserang IEM dan penyadapan. Tapi koaksial yg dibungkus memiliki
daya tahan terhadap efek IEM lebih baik.
Kabel Coaxial terdiri dari beberapa jenis, diantaranya :
Thin ( Thinnet)
Kabel thinnet merupakan kabel coaxial berukutan 0.25 inch, memiliki kemampuan transfer data dengan jarak maksimal 185 meter. Lebih dari jarak tersebut sinyal data akan melemah. Thinnet termasuk dalam keluarga RG-58 dan memiliki empedansi 50 ohm. Perbedaan utama jenis kabel coaxial pada keluarga RG-58 terletak pada kabel tembaga yaitu jenis stranded copper ( helaian tembaga) atau solid copper ( tembaga padat).
Thick ( Thicknet),
Kabel thicknet merupakan kabel coaxial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0. inch, core yang dimiliki thicknet lebih tebal disbanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jaru disbanding dengan thinnet. Thicknet mampu sinyal sepanjang 500 meter. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh. Biasanya thicknet digunakan sebagai backbone untuk menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet
Komponen penghubung kabel Coaxial
Kabel Thinnet dan Thicknet menggunakan komponen penghubung yang disebut BNC ( British Naval Conector) untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer. Konektor BNC terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:
Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik berfungsi untuk mentransfer data dalam bentuk cahaya. Fiber optic tidak terpengarush interfrensi dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi. Hal ini berarti kabel fiber optik tidak bisa disadap dan data tidak tercuri. Kejadian tersebut bisa terjadi pada jenis kabel berbasi tembaga yang membawa data dalam bentuk sinyal elektronik. Fiber optic sangat baik digunakan untuk jaringan berkecepatan tinggi (100 Mbps sampai 1 Gbps), berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal. Kabel optic terdiri dari sebuah silinder tipis dari bahan gelas yang dikenal dengan istilah core. Dibungkus oleh sebuah lapisan konsentris yang dikenal denga istilah cladding. Fiber terkadang dibuat dari plastik. Plastic lebih mudah untuk dipasang. Tatapi jangkuan pulsa cahayannya tidak dapat sejauh jika menggunakan bahan gelas.
Fiber Optik memiliki karakteristik sbb :
- Biaya : membutuhkan biaya investasi yg besar.
- Instalasi : relatif sulit
- Kapasitas bandwidth : 2 Gbps
- Redaman : paling rendah
- Tidak dipengaruhi oleh interferensi eletromagnetik (IEM)
Perbandingan antara serat optik dengan kabel tembaga
- Bandwidth serat optik jauh lebih besar dibanding tembaga
- Pada serat optik atenuasinya rendah maka pada jarak 30 Km memerlukan repeater
sedangkan tembaga repeater pada jarak 5 Km.
- Serat optik tidak akan mengalami kebocoran dan sangat sulit untuk disadap.
Komponen penghubung kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic menggunakan komponen penghubung untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:
Media Tanpa Kabel
Alternatif lain selain menggunakan media kabel untuk menghubungkan komputer dalam membangun sebuah jaringan adalah dengan menggunakan teknologi wireles.
Terdapat berbagai jenis teknologi wireless yang dapat diimplementasikan pada jaringan komputer yakni :
Gelombang Radio
Teknologi radio mengirimkan data melalui frekuensi radio dan dalam praktiknya tidak memiliki keterbatasan jarak. Dapat digunakan untuk menghubungkan LAN melalui jarak yang jauh. Transmisi radio biasanya mahal dan mudah terkena interfrensi elektromagnetik (EMI). Mudah disadap dan membutuhkan mekanisme enkipsi atau mekanisme lain yang dapat mengamankan proses pengiriman data.
Pengiriman data microwave menggunakan frekuensi yang lebih tinggi untuk jarak yang lebih pendek dan jarak jauh. Keterbatasan dari teknologi ini adalah transmiter dan receiver harus saling terlihat satu dengan yang lain. Pengiriman microwave biasa digunakan untuk menghubungkan antar lan yang berada pada gedung yang terpisah, dimana penggunaan kabel tidak dimungkinkan. Microwave juga dapat dikembangkan pada pengiriman global dengan menggunakan satelit.
Infrared
Teknologi Infrared, yang bekerja dengan menggunakan sinar infrared untuk membawa data antar device sistem harus membangkitkan sinyal yang sangat kuat karena sinyal pengirimannya lemah. Metode ini dapat mengirimkan sinyal pada rate yang tinggi. Sebuah jaringan infrared secara normal dapat mengirim pada kecepatan 10 mbps. Keterbatasannya, hanya dapat digunakan pada jarak dekat. Jarak efektifnya 100 feet dan antara transmitter dan receiver tidak boleh ada penghalang.
Membuat Kabel Straight Trought Dan Cross Over
Untuk pemasangan kabel UTP ada beberapa peralatan pendukung yang wajib kita miliki. Peralatan ini sangat membantu kita dalam pemasangan kabel, adapun peralatan tersebut antara lain:
1. Crimping tools
Fungsi Crimping tools :
- memotong kabel
- melepas pembungkus kabel
- memasang konektor
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN KABEL STRAIGHT-STROUGHT/CROSS-OVER
1. Siapkan kabel UTP yang akan digunakan
2. Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tolls atau alat pengupas kabel khusus.
3. Pisahkan empat lilitan dari kabel UTP dan pisahkan menjadi delapan bagian,
setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
4. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi straight-trought atau cross-over dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang
5. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar
kabelmudah dimasukan ke lubang konektor
6. Masukan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor secara bersamaan,
kemudianjepit konektor dengan menggunakan crimping tools agar konektor terkunci.
7 Kemudian lihatlah koneksi dari kabel yang telah dipasang konektor dengan menggunakan lan
tester. Perhatikan koneksi antar konektor apakah telah terkoneksi sesuai dengan konfigurasi
straight-trought/cross-over
Mengenal Komponen Jaringan
Network Interface Card
Network Interface Card (NIC) berfungsi sebagai Interface Fisik atau penghubung antar komputer menggunakan kabel jaringan ke peralatan penghubung. Card dipasang pada slot tambahan yang terdapat di masing-masing komputer. Setelah card terpasang, pasangkan kabel jaringan ke port yang terdapat pada NIC agar komputer yang satu dengan yang lain dapat terhubung secara fisik.
- Mempersiapkan data dari komputer agar dapat dikirim lewat ke media penghubung.
- Mengirim data ke komputer lain, yang terhubung ke jaringan.
- Mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan
Repeater
Repeater digunakan untuk memperkuat sinyal digital dengan transmisi metode baseband. Ketika repeater menerima sinyal, repeater akan memperkuat sinyal dan melewatkan sinyal tersebut ke segment berikutnya. Repeater bekerja di physical layer dari model referensi OSI. Dapat digunakan untuk menghubungkan antar segmen walaupun kedua segment yang hendak dihubungkan berbeda media asalkan memiliki metode akses yang sama.
HUB
Hub adalah peripheral jaringan sebagai pusat konsentrator dari kabel, yang digunakan untuk menghubungkan segmen kabel agar dapat menjangkau jarak yang relatif jauh. Hub berfungsi untuk mengatur komunikasi data antar server dengan client dan juga untuk memperkuat sinyal. Secara fisik, sebuah hub mempunyai beberapa lubang biasa disebut dengan port di bagian belakangnya, seperti tampak pada gambar. Jumlah port pada sebuah hub bermacam-macam ada hub yang memiliki jumlah port 8,16,32 dan seterusnya. Device ini biasanya digunakan pada topologi start.
Fungsi dan karakteristik dari hub antara lain adalah:
• Menyambung segmen kabel jaringan komputer.
• Meneruskan sinyal bit dari satu segmen ke segmen lainnya.
• Hanya memiliki satu domain collision
• Dapat disusun secara hirarkis menggunakan hub backbone sebagai pusatnya
• Hub Memiliki beberapa tipe yaitu,
– Hub pasif
– Hub aktif
– Hub Inteligent
SWITCH
Switch berfungsi menggabungkan beberapa segmen atau kelompok LAN. Switch bekerja di layer 2 pada model referensi OSI. Device ini memiliki kemampuan lebih dibanding dengan repeater atau hub. Tidak hanya menghubungkan antar jaringan LAN tetapi juga mampu mengatasi masalah Collision yang di hadapi oleh device hub atau repeater.
ACCES POINT
Acces point mempunyai fungsi yang sama seperti HUB hanya acces point digunakan untuk media penghubung yang menggunakan wirelles.
BRIDGE
Fungsi bridge meneruskan paket dari satu segmen LAN ke segmen lain tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas dibandingkan repeater. Format data yg digunakan adalah frame sebagaimana yg digunakan network interface Menggunakan CSMA/CD untuk mengakses suatu segment dan mengirim data.
ROUTER
Router bekerja di layer 3 (Network layer) dari model referensi OSI. Device ini lebih pintar dibanding dengan device lainnya. Tugas utama dari router adalah melewatkan data antar segment yang memiliki alamat network yang berbeda. Selain itu router juga memiliki kemampuan untuk mengelola colision domain seperti halnya device switch. Terdapat tambahan lagi, yakni dalam hal pengelolaan broadcast domain. Adapun yang dimaksud dengan broadcast domain adalah suatu kelompok jaringan komputer ketika terjadi pengiriman data yang dilkukan secara broadcast oleh sebuah komputer maka seluruh komputer yang terdapat dalam satu broadcast domain akan menerima dan memproses data tersebut hingga aplication layer.
MODEM
untuk dapat bisa terhubung dengan internet, suatu jaringan membutuhkan peripheral yang disebut dengan modem ( modulator de modulator). Modem adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital menjadi analaog (modulasi), dan mengubah sinyal analog menjadi digital ( demodulasi), agar bisa ditransmisikan melalui saluran yang tersedia. Pada umumnya jalur transmisi mentransfer data dalam bentuk analog, sedangkan data yang dihasilkan oleh terminal sumber berbentuk digital. Data digital y ang sudah diubah menjadi analog oleh modem kemudian ditransmisikan lewat kabel dan diterima oleh modem kedua yang akan mengubah ke bentuk digital. Secara fisik perangkat modem debedakan menjadi dua, yaitu modem internal dan modem eksternal
1. Modem internal
Modem internal adalah modem dalam bentuk card yang dipasang pada salah satu slot ekspansi yang ada pada motherboard . Bentuknya seperti dibawah ini.
2. Modem Eksternal
Modem eksternal dipasang di pasang diluar perangkat komputer. Cara pemasangannya yaitu dengan menghubungkan pada salah satu port komunikasi yang ada pada komputer. Gambar modem eksternal bentuknya seperti dibawah ini
